Fujica M1 dengan Blitz [00637] (SOLD)

Konon ini kamera pertama buatan asli Indonesia, meski masih memakai lensa buatan Jepang. Statusnya kini cult di kalangan para penggemar toy cam. Pertama kali muncul tahun 1980-an dalam satu warna saja (hitam), kemudian muncul versi warna-warninya seperti merah, hijau, biru. Kamera Fujica M-1 ini berwarna hitam, jadi termasuk generasi pertama, bahkan masih lengkap dengan flash/blitz bawaan aslinya, dan tutup kamera. Ada tabel petunjuk untuk asa dan bukaan di bagian belakang flash-nya. Contoh hasil foto dari Fujica M-1 ini bisa dilihat di sini dan di sini.

Kondisi: mulus, berfungsi normal, mesin manual (tanpa baterai), tutup belakang masih utuh dan bisa menutup sempurna. Dimensi: panjang 11 cm x lebar 7,5 cm cm x tebal 5,5 cm. Ukuran film: 35 mm. Made in Indonesia.

SOLD

 

Kamera Prima 35 [00638] (SOLD)

Kamera Prima 35 ini satu jenis (bahkan serupa) dengan Fujica M1. Jika Fujica M1 diproduksi di Indonesia, Kamera Prima 35 diproduksi di Spanyol. Cocok untuk mereka yang senang memotret menggunakan kamera analog, bereksperimen dengan berbagai macam jenis film, dan mendapatkan hasil tak terduga. Hasil foto tidak jauh berbeda jepretan M1, bahkan kamera Lomo. Contoh hasil jepretan Kamera Prima 35 dapat dilihat di sini, di sini, dan di sini.

Spesifikasi:
Film format : 35mm
Aperture : Flash f/8, Cloudy f/8, dan Sunny f/11
Shutter Speed : Sekitar 1/60 sampai 1/100 detik
Fokus : Free fokus dengan jarak terdekat 0,5 meter
Lens : 42mm f/8
Dimensi : 11,4 cm x 7,1 cm x 5,4 cm
Berat: 180 gram
Produksi: Spanyol, 1980-an

SOLD

Kamera Polaroid Joycam [00167] (SOLD)

Kamera Polaroid Joycam berwarna silver ini dirancang dengan semangat “Segala yang tua kini muda kembali“. Khusus dalam rancangan seri Joycam ini, Polaroid mengubah bentuk desain kameranya menjadi lebih ringan, simpel, dan serba manual. Cara mengeluarkan foto adalah dengan menarik gagang plastik bentuk bulat (lihat foto paling bawah). Keasyikan semacam ini dinikmati oleh anak-anak muda (bahkan anak kecil) yang memotret tidak hanya untuk sekadar melihat hasilnya, tapi seru dalam prosesnya. Lengkap dengan lampu flash, dapat digunakan di dalam ruangan atau ketika hari telah gelap.

Dapat menggunakan isi film seri: Joycam 95, Captiva, Vision, dan 500.
Dimensi: Panjang 17 cm x Lebar 9,5 cm x Tinggi 8,5 cm.

SOLD

Toy Camera KFC [00489] (SOLD)

Meski namanya berarti kamera mainan, toy camera (atau sering disingkat toy cam) tetap memiliki fungsi standar sebuah kamera foto, yaitu menjepret objek dan merekam gambarnya. Bentuknya yang simpel (bahannya pun seperti mainan, yaitu dari plastik berwarna-warni), dan hasil fotonya yang banyak kekurangan—seperti fokus tak bisa diatur (alias focus free, sehingga seringkali blur), efek vignette, cahaya bocor, dan efek-efek distorsi warna tak tertebak lainnya—justru membuat toy cam banyak dicari-cari fotografer andal maupun pemula. Selain sangat mudah dioperasikan dan bobotnya ringan, ada unsur untung-untungan dan coba-coba di sini (misalnya dengan memakai film-film yang sudah expired, dsb), dan di situlah letak fun-nya. Jepret-jepret saja, dan lihat hasilnya. Surprise yourself!

Toy Cam KFC
Barang-barang merchandise suatu brand terkenal biasanya punya penggemar tersendiri. Toy cam Kentucky Fried Chicken ini salah satunya. Bentuknya lucu, mobil-mobilan dengan warna merahnya khas KFC dan tentunya logo Colonel Sanders si kakek-kakek berjanggut yang beken itu. Contoh hasilnya bisa ditengok di sini.
Dimensi: panjang 12,5 cm x lebar 7,5 cm x tebal 5 cm. Ukuran film: 35 mm.

SOLD

 

Polaroid SX-70: Folding Land Camera [00163] (SOLD)

Polaroid buatan USA ini adalah versi awal seri SX-70, termasuk dalam kategori kamera canggih di kelasnya (dilengkapi dengan fitur focusing). Sesudah seri ini, Polaroid lalu mengeluarkan beberapa versi SX-70 yang lebih murah yaitu Pronto, OneStep, dan Presto. Ketika pertama kali dirilis, kamera ini termasuk barang mahal ($ 170 pada 1974), dan digemari beberapa fotografer terkenal seperti Ansel Adams dan Walker Evans, juga seniman kontemporer Andy Warhol. Kamera jenis ini juga dipakai salah satu karakter di film Wim Wenders, Alice in the Cities (1974). Di samping materialnya berkualitas tinggi (chrome plated dan kulit), keunikan lain yang cukup istimewa adalah body-nya dapat dilipat hingga menjadi hanya setebal buku. Meski bagian kulit sudah retak-retak, secara keseluruhan kamera ini masih mulus dan lengkap. Film SX-70 masih banyak dijual di pasaran, sehingga kamera ini bisa segera siap pakai. Informasi lengkap tentang kamera Polaroid Folding Land Camera SX-70, silakan klik di sini.

SOLD

Kamera SLR Canon EF dan Lensa FD 35-105 mm (SOLD)

Canon EF Camera adalah kamera manual focus single-lens reflex (SLR) yang diproduksi Canon antara tahun 1973-1978.

Kamera ini dijual satu paket dengan lensa Canon Zoom Lens seri FD 35-105 mm (dengan bukaan/aperture 3.5 – 22), siap untuk memotret fokus pada obyek tunggal dari kejauhan (tele), maupun suasana keramaian dengan banyak obyek (wide). Dengan kemampuan lensa yang cukup mumpuni dan bodi yang tidak terlampu berat, kamera ini cocok untuk digunakan berburu foto sehari-hari, mulai dari memotret acara piknik keluarga hingga jalan-jalan sore keliling kota. Untuk pemotretan di waktu malam, bisa ditambahkan lampu blitz (tersedia dudukannya).

Layar viewfinder pun masih bersih, membuatnya mudah digunakan membidik obyek foto. Kamera ini dilengkapi dengan tombol kunci On-Off, sehingga tidak mudah terpencet tanpa sengaja. Kekurangan kamera ini adalah light meter yang tidak berfungsi, namun tetap dapat memotret normal dengan menyesuaikan aperture dan speed kamera.

Untuk spesifikasi lengkap kamera SLR Canon EF silakan klik di sini.

SOLD